Hindari Kebiasaan Kecil yang Berisiko Terkena Demensia
PADANG-iniPas.com
Istilah demensia merupakan suatu
gangguan pada kesehatan yang memengaruhi kemampuan sosial sehari-hari.
Contoh paling sederhana dari
demensia ini adalah penyakit pikun atau lupa yang memengaruhi ingatan dan cara
berpikir Anda.
Walaupun demensia bukan menjadi
suatu kondisi yang lahir dari bagian penuaan, demensia sendiri pada umumnya
terjadi pada lansia, atau orang-orang yang sudah menginjak usia 65 tahun ke
atas. Mengutip dari laman Healthline,
demensia ini bisa terjadi karena banyak faktor yang berkontribusi. Beberapa
faktor diantaranya datang dari faktor yang tak bisa diubah, seperti usia, gen
keluarga, dan sindrom down.
Serta dari faktor yang bisa
diubah yakni dari hidup, yang sayangnya sulit sebab telah menjadi kebiasaan
bagi masing-masing individu.
Lantas, apa saja faktor
nonpermanen yang dapat memicu terjadinya demensia? Berikut telah dirangkum
kebiasaan dan gaya hidup yang memicu demensia.
PEMICU DEMENSIA
1. Jarang berolahraga
Walaupun demensia menyerang
fungsi otak terhadap memori, ada baiknya Anda berolahraga fisik guna mencegah
demensia. Berolahraga dapat memberikan sejumlah manfaat yang mampu mencegah
masalah kognitif.
Selain itu, berolahraga pun mampu
meningkatkan detak jantung Anda, dan meningkatkan aliran darah ke otak sehingga
otak tetap sehat.
2. Kurang tidur
Ketika Anda kurang tidur, hal
tersebut akan mengakibatkan kesulitan dalam berpikir dan mempercepat laju
berkembangnya demensia. Sebab, ketika Anda tidak memiliki waktu untuk tidur
nyenyak, Anda tidak memberikan waktu bagi organ vital untuk mengisi ulang
energi dengan baik.
3. Terlalu banyak mengonsumsi
obat-obatan
Terlalu banyak mengonsumsi
obat-obatan, terutama obat tidur yang dijual bebas dapat meningkatkan risiko
terkena demensia lebih tinggi.
Akan lebih baik berkonsultasilah
dengan dokter Anda dan tanyakan apakah obat tidur yang dikonsumsi dapat
memperburuk ingatan. Jika iya, mintalah dokter untuk membatasi jumlah obat
tersebut.
4. Berlebihan minum alkohol
Beberapa penelitian menemukan
bahwa minum alkohol dalam jumlah besar mampu menyebabkan perubahan pada otak
sehingga meningkatkan risiko demensia, terutama demensia dini. Neurotoksin
seperti alkohol ini dapat menyebabkan timbulnya kehilangan memori tahap awal
dan menyebabkan atrofi otak.
5. Kekurangan vitamin dan
nutrisi
Mengutip Mayoclinic, rendahnya
vitamin D, vitamin B6, dan B12 dalam tubuh dapat meningkatkan resiko terkena
demensia. Diketahui, vitamin B12 adalah nutrisi penting dalam makanan. Sumber
vitamin D sendiri bisa Anda temukan hanya dengan berjemur di bawah sinar
matahari pagi, selama 20 menit, setidaknya bisa Anda lakukan 3 kali dalam
seminggu.
6. Jarang mengonsumsi makanan sehat
Makan makanan yang sehat dan
seimbang dapat mengurangi resiko terkena demensia di masa yang akan datang. Tak
hanya itu, bila Anda rajin dan memerhatikan makanan sehat yang Anda konsumsi
akan membantu Anda terhindar dari kondisi lain seperti kanker, diabetes tipe 2,
ibesitas, stroke, hingga penyakit jantung.
Untuk Anda ketahui, beberapa pola
makan ini sehat ini sangat membantu dalam melindungi diri Anda dari demensia,
seperti misalnya diet gaya Mediterania.
Namun Anda jangan khawatir, diet
Mediterania ini bukan berarti mengharuskan Anda mengonsumsi makanan-makanan
yang berasal dari negara tersebut.
Mengutip dari Alzheimers, Anda
bisa mencoba beberapa makanan ini sebagai gantinya:
·
Sertakan makanan bertepung, misalnya roti
gandum, nasi, dan pasta
·
Makan buah, sayur, dan kacang-kacangan
·
Makan lebih sedikit daging merah dan daging
olahan seperti sosis dan bacon
·
Gunakan minyak nabati, seperti zaitun
·
Batasi jumlah garam dalam diet
7. Merokok
Beberapa penelitian mengungkapkan
merokok di usia paruh baya dan usia lebih tua, dapat meningkatkan risiko terkena
demensia yang jauh lebih tinggi di kemudian hari. Merokok banyak merusak
sirkulasi darah ke seluruh tubuh, terutama pembuluh darah di otak, serta
jantung dan paru-paru.
8. Malas aktif secara mental
dan sosial
Selain hal-hal yang telah
disebutkan sebelumnya, ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk
mengurangi risiko terkena demensia. Walaupun sebenarnya tidak ada cara pasti
dalam pencegahan demensia.
Beberapa langkah tersebut
diantaranya tetap menjaga pikiran Anda tetap aktif dan terpenting adalah
lakukan aktivitas fisik dan sosial.NTerlibat dalam aktivitas mental atau sosial
dapat membantu membangun kemampuan otak Anda mengaasi penyakit, menghilangkan
stress, serta memperbaiki suasana hati.
Masih dikutip dari Alzheimers,
melakukan aktivitas yang Anda sukai di mana hal tersebut melibatkan pikiran,
memproses informasi, dan mengembangkan keterampilan berpikir Anda nyatanya
sangat baik untuk otak sehingga mengurangi risiko demensia.
Walaupun tidak ada cara pasti
untuk mencegah terjadinya demensia, tetapi masih ada langkah yang bisa Anda
lakukan untuk mengurangi risiko tersebut.
Itulah penjelasan mengenai pemicu
demensia. Maka dari itu, hindari kebiasaan-kebiasan kecil yang berisiko terkena
demensia di kemudian hari agar Anda senantiasa sehat. Semoga bermanfaat ya!
.jpeg)
No comments