Breaking News

Apa Itu Kata Kerja Material?


 

PADANG-iniPas.com

Pengertian Kata Kerja Material

Pada dasarnya, kata kerja material adalah salah satu jenis dari kata kerja alias verba yang mana memiliki imbuhan dan merujuk pada adanya aktivitas fisik maupun perbuatan yang dapat dilihat secara kasat mata.

Imbuhan pada kata kerja material ini biasanya adalah me-, meng-, menge-, dan men-. Sebenarnya, kata kerja material ini hampir menjadi bagian dari kata kerja transitif. Sedikit trivia saja nih, kata kerja transitif ini merupakan salah satu jenis verba yang dilihat dari segi perilaku sintaksisnya.

Mengapa bisa dikatakan demikian? Sebab kata kerja transitif ini memiliki beberapa ciri setidaknya ada 4, yakni: (1) memerlukan nomina sebagai objeknya; (2) digunakan dalam kalimat aktif; (3) verba yang digunakan kebanyakan berimbuhan me-, meng-, dan men-; dan (4) apabila diubah menjadi bentuk pasif tetap “terlihat” perbuatan fisiknya yang dilakukannya.

Nah, pada ciri ketiga dan keempat tersebut hampir selaras dengan definisi dari kata kerja material. Namun, perlu diingat kembali ya bahwa kata kerja material itu tidak sama dengan kata kerja transitif. Bahkan dari segi kajian pembahasannya saja sudah berbeda ‘kok.

Nah, penggunaan kata kerja material kerap dijadikan sebagai kaidah kebahasaan untuk beberapa jenis teks dalam Bahasa Indonesia. Sebut saja ada teks eksplanasi, teks prosedur, teks anekdot, hingga teks sejarah.

Alasan mengapa kata kerja material dibutuhkan dalam proses penulisan beberapa teks tersebut adalah karena verba jenis ini begitu memperlihatkan aktivitas fisik atau perbuatan manusia yang dapat dilihat secara kasat mata.

Contohnya: membaca, menyapu, menyiapkan, menulis, memasak, merebus, menggoreng, mengukus, dan lainnya. Coba Anda pikirkan sekali lagi, beberapa contoh kata kerja material tersebut memang berupa perbuatan manusia yang dapat dilihat secara kasat mata ‘kan?

Dilansir dari website Kantor Bahasa Maluku Kemdikbud, kata kerja material yang merupakan bagian dari 3 jenis verba dalam aspek semantik ini ternyata dapat dikenali dari adanya 2 indikator. Indikator pertama adalah ‘dapat menjadi jawaban atas sebuah pertanyaan’. Lalu, indikator kedua adalah ‘dapat digunakan sebagai pembentuk sebuah kalimat perintah’. Supaya Anda semakin paham dengan apa itu kata kerja material ini, coba simak penjelasan berikut ini yang berkaitan dengan 2 indikatornya.

Pada indikator pertama yakni ‘dapat menjadi jawaban atas sebuah pertanyaan’, biasanya berhubungan erat dengan kegiatan yang dilakukan oleh subjek. Misalnya, terdapat pertanyaan berupa “Apakah Meta sudah makan?”. Nah, keberadaan kata kerja material ini dapat digunakan sebagai jawaban atas pertanyaan tersebut, berupa “Meta belum makan sejak tadi siang.”

Lalu, pada indikator kedua yakni ‘dapat digunakan sebagai pembentuk sebuah kalimat perintah’, tentunya tetap berkaitan dengan kegiatan yang dilakukan secara kasat mata oleh subjek. Jadi, kalimat perintah yang memuat adanya kata kerja material ini dapat berupa: “Mandi!”, “Tidur!”, “Buka!”, dan lainnya.

Terkait dengan imbuhan yang terdapat pada kata kerja material ini, sebenarnya tidak melulu harus me-, meng-, menge-, dan men-. Bahkan tak jarang, kata kerja material yang aktivitas fisiknya dapat dilihat secara kasat mata ini dapat juga berupa kata dasar alias tanpa adanya imbuhan. Contohnya: tidur, makan, mandi, dan lainnya. Hanya saja, kebanyakan kata kerja material memang menggunakan beberapa imbuhan tersebut.

Itulah mengapa, beberapa teks seperti teks prosedur hingga teks eksplanasi begitu membutuhkan kata kerja material ini karena begitu “menyuguhkan” adanya tindakan fisik manusia yang dapat dilihat oleh mata. Terlebih lagi pada teks prosedur yang berisikan langkah-langkah membuat sesuatu (baik itu makanan atau benda) dengan kedua tangan.

Itulah penjelasan mengenai pengertian kata kerja material. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

No comments