Pengertian dan Ciri-Ciri Kalimat Pasif
PADANG -iniPas.com
Pengertian Kalimat Pasif
Kalimat pasif adalah jenis
kalimat yang menyatakan bahwa subjek dalam kalimat tersebut menerima aksi dari
objek. Pada sebuah kalimat pasif, subjek tidak melakukan aksi, melainkan
menerima aksi. Contoh kalimat pasif adalah The book was written by him
(Buku itu ditulis olehnya).
Menggunakan kalimat pasif dapat
memberikan pengaruh pada cara pembaca atau pendengar menangkap informasi dalam
kalimat tersebut. Dalam contoh di atas, fokus utama adalah pada buku dan siapa
yang menulisnya, bukan siapa yang melakukan aksi menulis.
Namun, kalimat pasif juga dapat
menjadi kurang efektif dalam menyampaikan informasi. Kalimat aktif, yang
menempatkan subjek dalam posisi melakukan aksi, lebih mudah dipahami dan lebih
efektif dalam menyampaikan informasi. Contoh kalimat aktif dari contoh di atas
adalah “He wrote the book” (Dia menulis buku itu).
Secara umum, kalimat pasif lebih
sering digunakan dalam teks ilmiah atau hukum, sementara kalimat aktif lebih
sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari. Namun, penggunaan kalimat pasif
atau aktif tergantung pada konteks dan tujuan komunikasi. Secara sederhana, itu
adalah penjelasan tentang kalimat pasif, penggunaannya tergantung konteks dan
tujuan komunikasi. Namun, dalam penulisan formal seperti laporan atau esai,
lebih baik untuk menghindari penggunaan kalimat pasif karena kurang efektif
dalam menyampaikan informasi.
Ciri-Ciri Kalimat Pasif
Dalam bahasa Indonesia, ada
beberapa ciri yang bisa digunakan untuk mengenali kalimat pasif. Berikut ini
adalah beberapa di antaranya:
1. Kalimat pasif menggunakan
verb auxiliar “dipakai” atau “di” sebelum verb bentuk kedua
Misalnya: “Pesanan saya diproses
oleh kasir.” (Kalimat pasif) “Kasir mengeluarkan pesanan saya.” (Kalimat aktif)
2. Subjek kalimat pasif adalah
objek dari aksi yang dilakukan
Misalnya: “Pesanan saya diproses
oleh kasir.” (Subjeknya adalah “pesanan saya”)
3. Objek kalimat aktif menjadi
subjek dalam kalimat pasif
Misalnya: “Pesanan saya diproses
oleh kasir.” (Objeknya adalah “kasir”)
4. Kalimat pasif tidak
menunjukkan pelakunya
Misalnya: “Pesanan saya
diproses.” (Tidak ditunjukkan siapa yang memproses pesanan tersebut)
5. Verb dalam kalimat pasif
selalu berupa verb bentuk ke-2 (dilakukan)
Misalnya: “Pesanan saya diproses
oleh kasir.” (Verbnya adalah “diproses”)
Ingatlah bahwa kalimat pasif
tidak selalu harus mengandung verb auxiliar “dipakai” atau “di” sebelum verb
bentuk kedua. Ada beberapa verb yang secara otomatis membentuk kalimat pasif
tanpa perlu menggunakan verb auxiliar tersebut, seperti “dipahami”,
“diketahui”, “dilaporkan”, dan sebagainya.
Itulah penjelasan mengenai
pengertian kalimat pasif dan ciri-cirinya. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

No comments