Efek Rumah Kaca: Pengertian, Penyebab, dan Proses Terjadinya
PADANG (SumbarFokus)
Efek rumah kaca atau yang dikenal
juga dengan istilah green house effect memiliki peranan penting dalam
melindungi kelangsungan hidup organisme di muka bumi. Berikut pengertian,
proses terjadi, hingga usaha yang bisa dilakukan untuk mengurangi efek rumah
kaca.
Dikutip dari jurnal Fakultas
Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, efek rumah kaca disebut sebagai pelindung
karena gas karbondioksida, metana, uap air, dalam konsentrasi seimbang berperan
menahan energi sinar matahari yang memancarkan cahaya ke bumi. Hal inilah yang
menyebabkan permukaan bumi selalu dalam kondisi hangat.
Pengertian Efek Rumah Kaca
Dilansir dari Jurnal Fakultas
Keguruan dan Ilmu Pendidikan, jika diuraikan satu persatu, efek merupakan suatu
resiko yang memiliki nilai positif dan negatif setelah melakukan suatu hal.
Sedangkan rumah kaca adalah analogi atas bumi yang dikelilingi oleh gelas kaca.
Sehingga dapat disimpulkan bahwa
efek rumah kaca merupakan proses masuknya radiasi matahari dalam atmosfer yang
diakibatkan oleh gas rumah kaca. Gas ini kemudian menimbulkan efek berupa
peningkatan suhu permukaan bumi.
Pada proporsi tertentu, efek
rumah kaca berperan memberikan kesempatan kehidupan bagi semua makhluk hidup di
bumi ini. Sehingga dapat disimpulkan bahwa efek rumah kaca bukanlah hal yang
buruk, melainkan memberikan manfaat bagi kehidupan.
Panas matahari masuk ke dalam
bumi dengan cara menembus gelas-gelas kaca tersebut. Panas matahari dipancarkan
melalui radiasi gelombang pendek. Selain itu, sebagian dari radiasi tersebut
juga akan diserap oleh bumi dan sisanya akan dipantulkan kembali ke angkasa
sebagai radiasi gelombang panjang.
Penyebab Terjadinya Efek Rumah
Kaca
Efek rumah kaca disebabkan karena
naiknya konsentrasi gas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya di atmosfer.
Kenaikan konsentrasi gas CO2 ini disebabkan oleh kenaikan pembakaran bahan
bakar minyak (BBM), batu bara, dan bahan bakar organik lainnya yang melampaui
kemampuan tumbuhan-tumbuhan dan laut untuk mengabsorbsinya.
Kendati demikian, sebagian besar
infra merah yang dipancarkan oleh bumi akan ditahan oleh awan, gas CO2, dan gas
lainnya untuk dikembalikan ke permukaan bumi. Dalam keadaan normal efek rumah
kaca memerlukan adanya perbedaan suhu antara siang dan malam di bumi.
Selain gas CO2, sulfur dioksida,
nitrogen monoksida (NO), nitrogen dioksida (NO2), serta beberapa senyawa
organik seperti gas metana dan kloro fluoro karbon (CFC) juga dapat menimbulkan
efek rumah kaca.
Proses Terjadinya Efek Rumah
Kaca
PADANG-iniPas.com.
Proses terjadinya efek rumah kaca
berkaitan dengan daur aliran panas matahari. Jumlah radiasi matahari kurang
lebih mencapai 30% ke atas tanah dan dipantulkan kembali ke angkasa.
Setelah kembali ke angkasa
radiasi tersebut akan diserap oleh uap, gas karbon dioksida, nitrogen, oksigen,
dan gas-gas lain di atmosfer. Di sisi lain, 70% radiasi matahari lainnya
diserap oleh tanah, laut, dan awan.
Pada malam hari, tanah dan badan
air relatif lebih hangat dibandingkan dengan udara di atasnya. Energi yang
diserap selanjutnya diradiasikan kembali ke atmosfer sebagai radiasi inframerah
gelombang panjang atau radiasi energi panas.
Sebagian besar radiasi inframerah
ini akan tertahan oleh karbondioksida dan uap air di atmosfer. Kendati
demikian, terdapat pula radiasi inframerah yang akan lepas ke luar angkasa.
Kedua peristiwa ini mengakibatkan
permukaan bumi berubah menjadi hangat karena adanya molekul uap air, karbon
dioksida, dan semacamnya. Sehingga, efek dari penghangatan ini dikenal sebagai
efek rumah kaca.
Itulah penjelasan pengertian efek
rumah kaca serta penyebab dan proses terjadinya. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

No comments