Hoaks: Pengertian dan Sejarahnya
PADANG-iniPas.com
Pengertian Hoaks
Apa itu hoaks? Kata hoaks sudah
tidak asing lagi untuk kita. Jika ada seseorang yang mengatakannya, pasti kita
dapat memahaminya. Dalam bahasa Inggris, hoaks merupakan adaptasi dari kata
“hoax” yang memiliki arti berita palsu. Maka bisa disimpulkan bahwa hoaks
adalah sebuah berita berisi informasi yang fakta atau kebenarannya sudah diubah
sehingga menjadi berita yang tidak benar.
1. Menurut KBBI
Menurut KBBI, hoaks adalah sebuah
informasi bohong. Menurut KBBI, para pelaku penyebaran hoaks mengumpulkan
berita yang lalu lala di banyak milis.
2. Menurut Septiaji Eko Nugroho
Ketua Komunitas Masyarakat
Indonesia Anti Fitnah, Septiaji Eko Nugroho menjelaskan bahwa hoaks adalah
sebuah informasi yang direkayasa. Informasi tersebut dibuat untuk
menutup-nutupi informasi yang sebenarnya. Selain itu, hoaks juga merupakan
upaya untuk memutar balikan fakta. Fakta tersebut akan diganti dengan
informasi-informasi yang meyakinkan tetapi tidak dapat diverifikasi
kebenarannya.
Lebih lanjut, Septiaji
mengartikan bahwa hoaks adalah tindakan mengaburkan sebuah informasi yang
benar. Caranya yaitu dengan membanjiri suatu media, melalui pesan-pesan yang
salah. Hal tersebut mengakibatkan pesan yang benar akan tertutupi.
3. Menurut Profesor Muhammad
Alwi Dahlan
Ahli komunikasi dari Universitas
Indonesia, Profesor Muhammad Alwi Dahlan yang juga merupakan mantan Menteri
Penerangan mengungkapkan pendapatnya mengenai hoaks dan berita bohong biasa.
Letak perbedaan diantara keduanya yaitu hoaks adalah sebuah sesuatu yang
disengaja atau sudah direncanakan.
Menurutnya hoaks adalah
manipulasi berita yang sengaja dilakukan dan bertujuan untuk memberikan
pengakuan atau pemahaman yang salah. Di dalam berita hoaks terdapat
penyelewengan fakta yang membuatnya menjadi menarik perhatian. Sesuai dengan
tujuannya, untuk mendapat perhatian.
Sejarah Hoaks
Kata hoaks mulai dikenal dan
dipakai di Inggris pada abad ke-18 tepatnya berbarengan dengan terbitnya buku A
Glossary: Or, Collection of Words, Phrases, Names dan Allusions to Customs yang
ditulis oleh Robert Nares tahun 1822. Ia menulis mengenai asal-muasal kata hoaks. Menurutnya hoaks
berasal dari kata “hocus” dalam “hocus pocus”. Menurutnya, hocus pocus adalah
mantra yang diucapkan oleh para penyihir. Kata hocus pocus diambil dari salah
satu nama penyihir di Italia yang terkenal yaitu Ochus Bochus. Kemudian dipakai
oleh para pesulap untuk pertunjukan di dalam trik mereka.
Dalam bukunya, Robert juga
mengatakan bahwa mantra tersebut adalah asal dari kata hoaks. Menurut Robert,
hoaks adalah kabar bohong yang dibuat untuk melucu. Selain itu, hoaks juga sengaja
dibuat. Hoaks bertujuan untuk membuat bingung penerima informasi dengan maksud
menghibur berupa candaan. Seiring berjalannya waktu kata hoaks semakin dikenal
dan berkembang, dari sebuah lelucon atau candaan menjadi candaan yang agak
serius.
Sebenarnya hoaks bukan hal baru
di Indonesia. sudah ada sejak zaman dahulu, bahkan sebelum ada internet. Orang
zaman dahulu mengenal istilah surat kaleng. Beberapa orang mengatakan bahwa
surat kaleng adalah surat yang diterima tanpa diketahui pengirimnya. Surat kaleng
berisi hal-hal penting yang hendak disampaikan.
Namun, beberapa lainnya
mengatakan bahwa surat kaleng adalah surat yang digunakan untuk menyebar berita
bohong. Hoaks semakin menemukan tempat untuk tinggal, seiring dengan
berkembangnya zaman dan kemajuan teknologi. Tidak adanya keterbatasan internet
menjadi pemicu utama dalam penyebaran berita hoaks.
Itulah penjelasan mengenai
pengertian hoaks dan sejarahnya. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

No comments