Terima Konsumsi Bimtek, Ratusan Anggota KPPS Kecewa Berat Karena Konsumsi Dinilai Tak Layak
![]() |
| Suasana Bimtek anggota KPPS di Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, yang dilaksanakan di Gedung Kampus ITS Khatulistiwa Yappas, Sabtu (27/1/2024). (Foto: WISNU A.UTAMA) |
Ratusan anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kecamatan Luhak Nan Duo, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), yang mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek), merasa kecewa atas penyajian konsumsi makan siang yang diterima. Pasalnya, mereka menilai konsumsi tersebut sangat tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan.
Bimtek yang dihadiri sekitar 200 orang peserta itu dilaksanakan di Aula Gedung Kampus ITS Khatulistiwa Yayasan Pendidikan Pasaman (Yappas) Nagari Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, Sabtu (27/1/2024) kemarin.
Kegiatan bimtek sendiri dilaksanakan mulai pukul 09.30 WIB sampai 18.00 WIB, yang dihadiri oleh ratusan anggota KPPS dari tiga nagari yang berada di Kecamatan Luhak Nan Duo, yakni Nagari Ophir, Pujorahayu, dan Giri Maju.
“Jadwal istirahat makan siang seharusnya diberikan pada pukul 12.00 WIB kepada seluruh anggota KPPS yang mengikuti kegiatan, namun konsumsi makan siang baru datang sekitar pukul 14.15 WIB,” ungkap salah seorang anggota KPPS Nagari Ophir, yang tidak bersedia disebutkan namanya, kepada reporter SumbarFokus.com, Selasa (30/1/2024),
Dijelaskan, porsi makan siang yang diterima dari panitia pelaksana kegiatan, dinilai oleh para peserta bimtek sangat tidak layak.
“Kami pernah mengikuti bimtek pada tahapan Pemilu tahun 2019. Porsinya kayak. Yang sekarang, porsi makan siang sangat sedikit. Selain itu, lauknya kecil. Bahkan banyak juga rekan kami yang tidak mendapatkan lauk dan sayur,” terangnya lagi.
Sementara, peserta lain, yang juga minta tidak disebutkan namanya dalam pemberitaan, menyebutkan bahwa terlihat hari anya kemasan bungkus nasi yang terkesan menarik dengan memakai kotak.
“Namun porsi sangat sedikit, dan tidak layak diberikan kepada peserta yang mengikuti kegiatan tersebut,” kataknya.
Menurutnya, kalau porsi makan siang yang diberikan kepada peserta bimtek berkisar seharga Rp10 ribu, bisa jadi sebanding dengan porsi nasi ampera seharga Rp15 ribu yang jauh lebih lengkap dan layak untuk dikonsumsi. Sementara, diketahui, anggaran untuk nasi kotak kegiatan ini adalah Rp20 ribu untuk per kotaknya.
“Dengan jadwal kegiatan satu hari penuh, mulai dari pagi hingga sore menjelang Magrib, ini sangatlah tidak wajar, sampai sebagian peserta lainnya harus membeli nasi keluar untuk tambahannya,” tuturnya.
Dia berharap, hal ini ke depan menjadi perhatian, karena anggota KPPS adalah ujung tombak dari kesuksesan penyelenggaraan Pemilu, yang nantinya akan bekerja secara penuh, saat pemungutan suara pada 14 Februari 2024 mendatang.
“Kejadian seperti ini hendaknya tidak terjadi lagi, karena anggaran yang diberikan sudah sesuai dengan ketentuan dan wajib dijalankan sesuai dengan regulasinya,” harapnya.
Sementara, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pasaman Barat Alfi Syahrin melalui Sekretaris Zaidi mengatakan bahwa pihaknya dari sekretariat KPU Pasaman Barat tidak ikut dalam hal pengadaan konsumsi bimtek KPPS tersebut.
“Kami hanya membuatkan Rincian Anggaran Biaya (RAB) untuk masing-masing Kecamatan yang ada di Kabupaten Pasaman Barat, sedangkan untuk pengadaannya diserahkan sepenuhnya kepada PPK dan PPS di masing-masing kecamatan,” katanya.
Dijelaskan, sesuai dengan RAB, untuk konsumsi makan siang Rp20 ribu, sedangkan untuk makanan ringan (snack) Rp10 ribu. Saat ini, anggaran KPU sendiri belum cair dan masih dalam tahap proses, akan tetapi proses tahapan Pemilu tetap harus berjalan, sehingga ia meminta kepada PPK dan PPS untuk mencarikan solusi terhadap hal tersebut.
KPU Pasaman Barat sudah memanggil Ketua PPK Luhak Nan Duo untuk dimintai keterangan terkait persoalan pengadaan konsumsi kegiatan bimtek KPPS.
“Kami sangat apresiasi kepada PPK dan PPS, walaupun anggaran belum cair namun kegiatan dapat berjalan,” jelasnya.
Menurut keterangan Ketua PPK Luhak Nan Duo, pengadaan nasi untuk makan siang peserta diserahkan kepada pihak ketiga, dikarenakan pihaknya belum ada anggaran langsung. Untuk ke depannya, ia menyebutkan sudah sudah mengganti tempat pemesanan nasi agar tidak terulang lagi kejadian yang sama.
“Kita sudah mengingatkan kepada jajaran PPK dan PPS agar tidak bermain dengan anggaran yang ada, agar tidak terjadi persoalan dikemudian hari, yang dapat mencederai dan mengganggu tahapan proses Pemilu yang sedang berjalan,” tegasnya.
Sedangkan Ketua PPK Luhak Nan Duo Indra Tanjung, saat dikonfirmasi wartawan SumbarFokus.com melalui pesan WhatsApp, dengan singkat mengatakan “terimakasih informasinya bang, kita pihak PPK sudah mengevaluasi penyelenggaraan bimtek kemarin, salah satu poinnya adalah konsumsi, dan insya allah ada perbaikan untuk selanjutnya,”. (018)
Reviewed by Admin
on
January 31, 2024
Rating: 5

No comments