Sarat Akan Makna! Ini Filosofi Baju Kuruang Basiba

PADANG-iniPas.com
Dalam budaya Minangkabau, perempuan Minang digambarkan sebagai sosok yang tangguh, bijaksana, sekaligus lembut.
Minangkabau yang terkenal dengan falsafahya “adat basandi Syara’, Syara’ basandi kitabullah”, bermakna bahwa adat Minangkabau berpedoman pada ajaran Islam yang selalu dipakai dalam kehidupan sehari-hari.Hal, ini lah yang dicerminkan pada pakaian Baju Kuruang Basiba perempuan Minang, yang setiap bagian dari baju ini memiliki makna tersendiri yang menjadi ciri khas perempuan Minang.
1. Bagian siba
Siba batanti baliak balah, disisiak makau ka amasan. Secara
fisik siba menyambung dua kubu dan belakang. Yang memiliki makna,
kemampuan perempuan Minang sebagai mediator atau penengah bagi dua kubu
yang bertolak belakang.
2. Bagian kikiek
Disebut juga pelindung ketiak agar tidak terlihat, yang mencerminkan
bagaimana seorang perempuan Minang yang memiliki rasa malu. Yang
disesuaikan dengan adat basandi Syara’, Syara’ basandi kitabullah.
3. Baju kuruang
Adalah baju yang berbentuk longgar, artinya perempuan Minang menutup
malu dengan memakai pakaian yang bersifat mengurung tidak menampakkan
lekuk tubuh.
4. Lengan lapang
Yang memiliki arti segala tindak tanduk perempuan Minang harus sesuai
dengan aturan, pandai membawa diri dalam hal apapun dan menjaga sopan
santun.
5. Leher tanpa kerah
Leher berfungsi untuk menempatkan aksesoris. Bagi permpuan Minangkabau,
memakai aksesoris dalam menghadiri acara-acara tertentu akan
mencerminkan bagaimana kondisi keluarga dan kaumnya.
(BBS/Magang/Zeni)
No comments