Breaking News

Fase dalam Siklus Menstruasi

 


PADANG (iniPas.com)

Umumnya, terdapat tiga tahap dalam siklus menstruasi, yaitu menstruasi, praovulasi dan ovulasi, serta pramenstruasi. Berikut ini penjelasan mengenai fase dalam siklus menstruasi.

Fase I: Menstruasi

Fase menstruasi terjadi selama 3–7 hari. Pada tahap tersebut, struktur dinding rahim maupun sel telur akan berubah menjadi darah menstruasi. Intensitas darah yang keluar ketika menstruasi biasanya sekitar 30–40 ml. Darah yang keluar itu akan semakin meningkat pada tiga hari awal. Para wanita sering kali akan mengalami nyeri dan kram di perut, punggung, dan panggul. Keadaan itu disebabkan kontraksi rahim yang dialami akibat adanya pertambahan hormon prostaglandin saat menstruasi.

Kontraksi yang terjadi selama menstruasi sebenarnya berfungsi untuk mendorong dan mengeluarkan lapisan dinding rahim yang luruh menjadi darah menstruasi, meskipun memicu rasa sakit. Para wanita yang sedang menstruasi juga dapat merasakan berbagai gejala lainnya, misalnya perubahan suasana hati, nafsu makan, dan sakit kepala.

Fase II: Praovulasi dan Ovulasi

Ketika tahap praovulasi berlangsung, struktur dinding rahim yang telah luruh akan kembali tebal. Proses ini bertujuan untuk mempersiapkan rahim supaya dapat didiami oleh sel telur apabila terjadi pembenihan oleh sperma. Tahap ini dapat berlangsung ketika ovulasi atau masa subur.

Ketika berlangsung ovulasi, folikel yang menonjol akan terpecah dan mengeluarkan sel telur, selanjutnya berpindah ke rahim melewati tuba falopi. Sel telur itu bisa dibuahi sampai dengan 24 jam setelah selesai dikeluarkan. Untuk menjamin keberhasilan program membuat anak, ada baiknya kalian melakukan hubungan intim dengan pasangan pada fase ini atau menjelangnya, sebab masa ovulasi adalah waktu terbaik yang memungkinkan terjadinya pembuahan. Selain itu, sperma dapat bertahan kurang lebih selama 3–5 hari di dalam rahim.

Biasanya, waktu subur wanita akan berlangsung selama 14 hari setelah hari pertama menstruasi terakhir. Namun demikian, perkiraan masa ovulasi tiap wanita tidaklah sama. Kurun waktu ovulasi terkadang dapat berubah dan hal tersebut sering kali dialami para wanta dengan siklus mestruasi yang tak teratur.

Fase III: Pramenstruasi

Pada fase ini, lapisan dinding rahim makin menebal. Hal tersebut disebabkan folikel yang terpecah dan mengeluarkan sel telur yang akan membentuk korpus luteum. Korpus luteum merupakan suatu jaringan yang terbentuk di dalam ovarium dan berfungsi dalam proses produksi hormon progesteron yang menyebabkan struktur dinding rahim menebal.

Jika tidak terjadi pembuahan, kalian akan mulai merasakan gejala pramenstruasi atau PMS, seperti emosi tidak stabil dan perubahan kondisi fisik, seperti nyeri di payudara, pusing, cepat lelah, atau perut kembung. Selain berbagai gejala itu, korpus luteum juga akan melakukan perubahan dan selesai membuat hormon progesteron. Apabila tidak terjadi proses pembuahan, kandungan estrogen dan progesteron akan berkurang, struktur lapisan dinding rahim juga turut meluruh sampai berubah menjadi darah menstruasi.

Fase-fase di atas normalnya berlangsung secara teratur setiap bulannya. Namun, jika kalian mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, menstruasi lebih dari tujuh hari, atau tidak mengalami menstruasi selama tiga bulan secara berturut-turut, sebaiknya konsultasikan ke dokter agar dapat diperiksa dan ditangani dengan tepat.

Itulah penjelasan mengenai fase dalam siklus menstruasi. Semoga bermanfaat! (006/BBS)

No comments